VIVAnews - Mantan juara tinju dunia, Alexis Arguello ditemukan tewas di kediamannya, Rabu dini hari waktu setempat. Pria yang juga walikota ibu kota Nikaragua, Managua, itu tewas dengan luka tembak di dadanya.
Seperti dilansir CNN, Kamis 2 Juli 2009, media lokal di Nikaragua memperkirakan Arguello bunuh diri. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai kejadian tersebut.
Mendengar kabar ini, Presiden Nikaragua, Daniel Ortega langsung membatalkan kunjungannya ke Panama. Tak hanya itu, pemerintah Nikaragua juga menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari.
Arguello merupakan ikon olahraga Nikaragua. Petinju yang dijuluki The Explosive Thin Man itu merupakan mantan juara dunia tinju untuk tiga kelas berbeda di era 1980an. Ia jadi pembawa bendera Nikaragua pada Olimpiade Beijing 2008.
Selain olahragawan, Arguello merupakan seorang politisi. Dia terpilih sebagai walikota Managua setelah memenangkan pemilihan umum, November 2008 lalu. Arguello juga anggota Sandinista National Liberation Front (FSLN).
Sebagai petinju profesional, Arguello sempat menyandang tiga gelar juara dunia untuk tiga kelas berbeda. Masing-masing adalah juara dunia tinju kelas bulu versi WBA (1974-1977), kelas bulu super versi WBC (1978-1980) dan kelas ringan versi 1981-1983.
Petinju kelahiran Managua, 19 April 1952 itu sudah 90 kali naik ring dengan 82 kemenangan (65 KO) dan 8 kali kalah. Salah satu duel yang melambungkan namanya adalah kontra Aaron Pryor pada 1982.
Pada tahun 1985 lalu, profil Arguello di dunia olahraga digambarkan sebagai sosok yang yang kuat dan bangkrut. Dia menemukan ketenangan dalam dunia tinju dan harus menemui ajalnya melalui cara bunuh diri dengan senapan otomatis.
"Saya tidak tahu mengapa, tapi kekuatan saya merasa terisi penuh ketika bertinju. Saya pikir, saya merupakan renkarnasi dari seorang gladiator," kata Arguello kepada pembuat ilustrasi, 1985 lalu.
• VIVAnews